Hidupku
Hidupku seperti tidak punya masa depan yang baik. Tapi aku tak bisa mengutuk diri sendiri. Aku harus bersemangat memperbaiki kehidupanku selama ini yang kurang baik. Aku harus bisa mengakui kesalahan jika memang aku salah. Aku harus punya keberanian untuk bisa melawan masa depan yang kini lebih menantang hidupku yang sekarang. Dan aku berusaha selalu memotivasi diri aku sendiri. Aku tidak bisa bergaul dengan baik kepada siapa pun. Aku hanya punya dua teman yang selalu ada untukku, tapi itu dulu. Kesalahan demi kesalahan yang aku lalui dengan temanku penuh dengan lingkaran hitam. Aku sendiri tak tahu kenapa aku bisa seperti ini.aku yang tidak bisa hidup dengan baik di lingkungan sekitar membuat aku tersiksa.
Aku sakit sekali kenapa aku bisa hidup seperti ini. rasanya aku ingin mengakhiri semua ini. ingin mengakhiri kehidupan ini. aku mau hidup dengan yang lain seperti keluarga bukan sebagai musuh atau orang asing. Bukan seperti ini mencari perhatian orang. aku selalu saja salah tingkah. Kehidupanku kenapa begitu parah. Aku benar tersiksa dengan diriku sendiri. Aku tidak bisa hidup dengan baik. Aku hidup pura-pura bahagia didepan orang lain. Rasanya ingin membawa pergi keluarga ini jauh dari sini untuk memulai kehidupan yang baru. Aku benar-benar ingin pergi tanpa menyelesaikannya. Terlihat sangat pengecut bukan?
Aku selalu berfikir, aku tak bisa hidup seperti ini terus. Aku harus bangkit. Aku harus semangat menjalani kehidupan ini dengan sebaik yang aku bisa. Tapi, kenapa baru memulainya dengan optimis kejadian kecil pasti terjadi dan itu membuat aku menjadi lebih tidak bisa untuk maju kedepan. Aku seperti terpuruk dilingkaran hitam.
Entahah sifat ini dari siapa. Tapi aku yakin kalau ini benar sifat aku bukan dari keturunan kedua orangtuaku atau siapapun. Orang tuaku begitu baik dan menjaga aku begitu lembut. Aku sayang mereka. Tapi aku tak bisa menjaga perasaan mereka dengan baik. Aku mau meeka bahagia. aku mau mereka bahagia karena keberadaanku, karena aku yang dilahirkan dari mereka. Bukan akarena aku seorang yang mempunyai status.
Aku kuliah disalah satu perguruan tinggi ilmu kesehatan yang tepatnya di daerah kuningan. Di sana aku diasramakan. Aku kuliah jauh dari kampung. Dan Aku semakin sulit bergaul dengan mereka dengan yang lain. Aku terpisah dengan kedua shabat aku dikampung. Susi adalah sahabat aku yang tidak pernah memunculkan kemarahannya. Sri adalah sahabat aku yang selalu tegar dan bijak.
Sri adalah sahabat aku yang punya kelengkapan nama sri istianah. Sekarang sri sahabat aku sudah menikah dan sekarang sedang hamil tua. Aku senang setiap mendengarnya cerita padaku. Suaminya sangat sayang padanya walaupun aku tidak melihatnya secara langsung. Tapi aku bisa merasakan kalau dia bahagia hidup bersama suaminya. Sri sahabat aku selalu saja mendapat masalah. Dan masalah yang sekarang dia hadapi adalah ayahnya yang tidak bisa mendukungnya secara mental. Ayahnya berpisah dengan ibunya. Dia menginginkan keluarganya untuk berada disisinya saat dia melahirkan nanti. Tapi aku belum tahu, apakah itu akan terwujud atau tidak. Aku yakin dia sangat sabar menghadapi ini semua.
Dulu, enath kecil maupun dewasa aku selalu bertengkar dengannya. Walaupun cuma masalah sepele tapi kami selalu meributkannya. Satu kesalahan yang aku sangat menyesal sampai sekarang adalah disaat pernikahannya aku tidak bisa hadir. Walaupun sekedar untuk melihat dia bahagia. itu adalah kesalahan terbesar aku padanya. itu menurutku. Walapun dia selalu bilang tidak masalah datang atau tidak, karena dia mengetahui keadaanku. Kerena sri sangat mengerti aku, kalau aku sedang sibuk kuliah. Masalahnya sri menikah saat aku baru menjadi mahasiswa. Intinya aku belum lama kuliah disana. Aku masih lugu. Aku belum mengerti banyak menjadi mahasiswa. Orangtuaku saja tidak bisa menjemputku dengan alasan sibuk. Aku kuliah jauh dari kampung. Aku belum berani pulang sendirian. Kalau saja dia menikah saat aku minimal sudah satu semester kuliah aku pasti datang ke acara pernikahannya. Pasti aku akan datang walau harus membolos kuliah. Maafkan aku sri.
Susi adalah sahabat aku yang mempunyai kelengkapan nama susi roningsih. Dia sahabat aku yang paling sabar. Disaat aku sangat egois, marah, menghinanya, dia selalu saja sabar menghadapi aku. Dulu aku pernah mengenalnya jelek dimataku. Yaitu pada saat persahabatan kami terjadi masalah.
Awalnya masalahnya, susi ada orang yang sangat dia suka. Iman namanya. Dan iman itu menyukai sahabat aku sri. Susi marah. Bodohnya aku, aku ikut marah seperti susi. Entah itu karena dihasut susi atau karena aku memang iri dengan sri. Kami pernah berunding bertiga, aku, susi dan sri. Aku bilang kalau dia samapai pacaran dengan iman maka hubungan persahabatan kami putus. Aku menyarankan sri untuk memilih antara dua pilihan sahabat atau pacar. Tujuan aku dan susi kalau nanti sri memilih sahabat, kami akan mengikhlaskannya pacaran dengan iman. Kami juga tidak mau sri sedih. Aku sendiri menyarankan itu karena ada sahabtnya yang juga menyukai iman itu. bukan maksud aku dan susi egois karena tidak setuju mereka bersama. tapi kami hanya mau melihat keprihatinan dan kepedulian sri terhadap persahabatan yang kami jalin.
Keputusan yang dia jatuhkan mengagetkan aku dan susi. Aku sedih karena dia memilih pacaran dengan iman dari pada persahabatan kami. Aku tidak tahu apa alasannya mengambil keputusan untuk berpacaran dengan iman dari pada persahabatan kami. Aku benar kecewa dengan keputusannya. Setan pun ikut campur dalam masalah ini. aku dan susi memusuhi sri. Persahabatan kami hancur. Akhirnya kami selalu saja berdua. Kemanapun dan kapanpun. Karena aku dan susi memang sahabat yang terdekat disekolah. Sementara sri berhenti sekolah sejak dia lulus SMP. Dipertengkaran antara kami bertiga, aku membela susi. Fikiranku mengatakan karena sri menghianati persahabatn kami. Jadi aku membela susi.
Sementara itu aku dekat lagi dengan teman MTS aku Zulva. Kami bersahabat. Setiap aku main dengan susi datang kerumah zulva, orangtua zulva seperti tidak senang melihat kedatangan susi. Ortu zulva memandang susi perempuan yang tidak baik. Entah apa alasanya aku bisa mengerti. Tapi senangnya aku, susi menganggapnya hanya ucapan belaka. Dia tidak mempermasalahkannya. Aku suka sikapnya.
Pada suatu malam aku berencana mengambil pakaian yang sri pinjam dari susi. Aku dan susi datang kerumahnya. Kami tahu sri ada dirumah saudaranya yang tepat disebelah rumahnya. Aku dan susi memanggilnya. Perlahan lemah dan semakin keras. Tapi sri juga belum keluar dari dalam rumah saudaranya itu. aku heran dengannya, kenapa dia masih belum muncul. Aku yakin dia mendengar panggilanku dan susi. Akhirnya aku masuk dengan cara yang tidak sopan. Aku jengkel dengaannya dan membuat aku mendobrak pintu yang tidak terkunci itu dengan tanganku. Suaranya begitu keras. Aku juga kaget kenapa aku bisa melakukan perbuatan itu. aku berteriak kearah sri. Kenapa dipanggil tidak keluar? Walaupun hanya menyaut itu juga tidak masalah bagiku. Tapi ini hanya diam dan sangat membuat aku jengkel. Aku tidak tahu alasannya.
Setelah aku mengucapkan kata-kata itu dengan perbuatan yang tidak sopan. Aku berpaling kebelakang. Susi tidak ada dibelakangku. Dia kabur saat aku mendobrak pintu rumah saudara sri. Aku heran kenapa dia bisa pergi meninggalkan aku? Bukankah dia menyuruh aku untuk mengambil bajunya dari sri? Tapi kenapa dia pergi ninggalin aku. Walaupun cara aku salah tapi seenggaknya susi harus tetap dibelakangku. Aku kecewa banget sama susi. Aku bertengkar hebat dengan orangtua sri. Dia bilang aku melarang orang lain untuk berteman dengan anaknya. Aku heran kenapa orangtua sri bisa bilang seperti itu. berapa banyak sih remaja disini sampai-sampai dia bilang aku melarang orang lain untuk berteman dengan anaknya. Orang aneh, pikirku.
Beberapa hari setelah kejadian itu, entah sudah satu minggu atau dua minggu. Aku lupa selang berapa hari setelah kejadian itu. aku sedang duduk diteras rumahku bareng zulva. Aku melihat susi datang. Aku kira dia mau kerumahku. Tak tahunya dia menemui sri. Aku benar jengkel dengannya. Maksud dia menemui sri apa? Kalau dia berteman dengan sri, terus aku bagaimana? Jadi kelihatanya aku banget yang menjadi tersangka dalam masalah ini. aku kecewa banget sama susi. Aku melihat iman datang kerumah sri. Dengan gayanya yang jengkel dengan iman dia meninggalkan sri, dan mungkin dia pulang kerumah. Aku mulai marah dengan sikap susi.
Paginya, sewaktu mau berangkat sekolah aku menegurnya kenapa dia sampai menemui sri semalam. Kalau dia mau ada rencana baikan sama sri seharusnya ada cerita sama aku. Seenggaknya dia bilang sama aku kalu dia mau baikan sama sri. Tapi ini tidak. Dia meninggalkan aku jadi tersangka. Anjrit….! Aku jegkel banget. Aku dan susi akhirnya pisah. Susi sudah baikan sama sri. Aku sakit.
Aku dan susi tidak ada kata yang bisa diungkapin. Kami pun musuhan. Saat itu aku ingin menghajarnya. Dia penghianat bagiku. Untungnya aku tidak sendiri masih ada zulva yang menemani aku. Aku tidak pernah ada masalah dengan zulva. Walaupun ada pasti sangat mudah untuk diselesaikan. Aku ingin persahabatan yang seperti ini. zulva mengajarkan aku lebih dewasa.
Pada suatu hari, saat di sekolah sedang ada ujian tengah semester. Aku satu ruangan dengan susi. Saat itu juga aku mulai menyukai seseorang yang bernama gito. Saat ujian itu dia duduk disebelah aku. Aku senang melihatnya. Dia sosok yang aku impikan selama ini. sampai sekarang setiap melihat orang dengan cirri-ciri seperti gito hatiku berdebar. Ini sungguh. Rasanya mau mengatakan kalau dia adalah seorang cowo impian aku. Kejadian yang mau aku ceritakan ini adalah kejadian yang tidak bisa aku lupain sampai sekarang. Dan aku masih belum bisa memaafkannya. Maksud aku masih belum bisa memaafkan susi. Aku begitu sakit. Aku berusaha memaafkannya, tapi saat akan memulai maafkannya hanya ada rasa sakit.
Waktu itu sedang ujian sejarah kalu tidak salah. Sejak SMA aku adalah ratunya nyontek.he…he…he…!!! ratunya nyontek aja bangga. Dasar cewe kampong. Kalau saja ratunya cewek cantik baru bisa bangga. Tapi aku pasa-pasan dech, gak jelek juga gak cantik amat. Aku sekali nyontek tidak tanggung-tanggung langsug saja bawa LKS nya. Alias buku panduannya. Kalau orang lain paling hanya bawa kertas contekan. Saat itu guru yang mengawasi kelas tempat aku ujian adalah dua guru yang jelas adalah guru yang sangat teliti dalam mengawasi muridnya. Aku tidak berani membuka buku itu. aku masih menyimpan buku itu di tempat duduk aku. Buku itu masih aku taruh dibawah bokongku. akhirnya aku mengerjakan seadanya. Sungguh aku benar tidak melihat jawaban dari buku itu. aku tak sanggup membukanya. Dalam hati aku selalu bilang. Dasar guru kurang ajar, jadi pengawas saja sampai begitu telitinya. Seperti gak pernah jadi murid saja. Mati kutu aku disini. Semalam baca buku hanya yang paling depan. He…he…he… maksudnya hanya sampul sejarahnya saja.
Waktunya tiba. Susi ketahuan bawa contekan yang ditaruh di bawah kertas soal dan jawabannya. Dan saat itu juga aku benar-benar tidak berani membuka buku itu. aku langsung menaruhnya ketempat yang paling aman buat aku. aku sangat takut. Suhu ruangan begitu sangat panas. Saat semua selesai mengerjakan, satu persatu siswa mengumpulkan kertas jawabanyya keguru. Perasaanku gak enak. Aku bingung menyimpan kembali buku yang aku bawa itu. akhirnya aku menaruhnya kedalam baju bagian depan. sehinga terhimpit rok yang aku pake. Aku memakai jilbab, sehingga tidak membuat mencolok buku yang aku taruh didepan dada aku.
Aku melihat susi mengumpulkan jawabannya. Perasaan yang gak enak itu akhirnya terwujud. Susi melaporkan aku ke guru karena aku membawa buku LKS. Aku dipanggil. Aku melihat susi keluar kelas. Aku terus melangkah kearah guru yang memanggilku dengan perasaan takut dan dengan langkah yang berat. Aku bingun mau cari alasan apa. Fikiranku kalut. Susi benar-benar anjriiit….!!!. Aku ditanya. Dan aku Cuma menjawab “sumpah aku tidak melihat jawaban dari buku itu” dan aku disuruh duduk kembali oleh wali kelas kami yang mengawasinya tadi. Aku kembali duduk untuk melanjutkan pekerjaan aku. Untungnya buku itu sudah aku simpan jadi saat waktunya nanti, aku tidak kewalahan untuk menyimpannya kembali. Saat kejadian itu aku jadi dilihatin terus sama guru yang mengawasi. Akhirnya aku mengakhiri semua kegelisahan ini dengan menyerahkan jawaban yang aku kerjakan kepengawas.
tunggu aza kelanjutan dari save riyani yach......????"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar